Sertifikasi H2S dari BNSP diperoleh melalui program training yang diikuti dengan uji kompetensi. Proses ini dikelola oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang berlisensi BNSP.
1. Training
Training umumnya berlangsung selama 2-3 hari dan mencakup topik berikut:
- Dasar-dasar H2S — karakteristik, sumber, dan efek gas H2S terhadap kesehatan
- Regulasi keselamatan — peraturan nasional dan internasional yang relevan, seperti dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
- Deteksi gas — pelatihan praktik penggunaan dan pembacaan alat pendeteksi gas
- Penggunaan APD — pemilihan, pemasangan, dan penggunaan peralatan keselamatan yang tepat, termasuk Self-Contained Breathing Apparatus (SCBA)
- Tanggap darurat — prosedur evakuasi, penyelamatan, dan pertolongan pertama bagi korban H2S
2. Uji Kompetensi
Setelah training, peserta mengikuti ujian kompetensi untuk membuktikan kemampuannya, meliputi tes tertulis atau daring untuk menilai pengetahuan teori, wawancara dengan asesor tersertifikasi, serta simulasi praktik atau demonstrasi keterampilan seperti simulasi penyelamatan atau penggunaan alat pendeteksi gas.
3. Sertifikasi
Setelah berhasil melewati penilaian, peserta akan menerima sertifikat kompetensi H2S dari BNSP yang umumnya berlaku selama 3 tahun.